Cantrang Dilarang, Ketua MPR Minta Nasib Nelayan Dipikirkan

60

pan.or.id, Jakarta _ Puluhan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Seluruh Indonesia menemui Ketua MPR Zulkifli Hasan, Kamis, 16 November. Mereka menyampaikan aspirasi terkait kebijakan Kementerian Kalautan dan Perikanan (KKP).

Nelayan yang hadir di antarnya dari Lebak, Rembang, Tegal, Lamongan, Kepri dan Lampung. “Di sini bebas bicara dan terbuka mengenai masalah nelayan, jangan ditutupi,” kata Zulkifli di kantornya, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Koordinator Aliansi Nelayan Seluruh Indonesia Riono menyampaikan nelayan datang ke MPR karena menilai di tengah situasi sekarang ini, hanya Zulkifli Hasan yang berani bicara apa adanya.

“Sekarang kami kesulitan. Rencana pelarangan cantrang menyusahkan, karena tidak ada sokusi. Harapan kami sekarang tinggal MPR,” ucap Riono.

Riono menyebut cantrang itu seperti hidup dan matinya nelayan. “Melalui forum ini kami minta dengan sangat agar penggunaan cantrang diteruskan. Demi kesejahteraan nelayan,” tegasnya.

Menanggapi keluhan nelayan, Zulkifli menyampaikan komitmennya memperjuangkan nasib nelayan. Menurut dia, konstitusi menegaskan negara harus hadir melindungi rakyat.

“Tugas negara melindungi rakyat, mewujudkan keadilan sosial. Harus ada solusi menyeluruh untuk kebaikan dan kesejahteraan nelayan. Jangan parsial,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here