Pemerintah Diminta Dorong Start-up Lokal Untuk Berkembang

78

Jakarta, (Antara Megapolitan) – Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fitriana Fauzi berharap pemerintah Indonesia mendorong pelaku binis e-commerce lokal untuk terus berkembang agar terhindar dari gempuran pebisnis digital asing yang memang menjadi pemain besar bisnis digital ini.

“Saya kira, yang perlu dilakukan saat ini memangkas semua regulasi yang menghambat pelaku usaha start-up lokal berkembang,” ujar Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fitriana Fauzi dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Menurutnya, keberpihakan terhadap bisnis start-up lokal ini diperlukan guna mengimbangi pemain kakap e-commerce asing yang sudah merambah Indonesia. Selain itu, dukungan terhadap perusahaan start-up lokal ini sangat penting agar membuka ruang bagi terciptanya lapangan kerja baru.

Jika tidak diproteksi maka perusahaan e-commerce lokal ini akan dimangsa oleh pebisnis e-commerce asing. “Jadi, pebinis start-up lokal harus didukung agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Jangan sampai kalah bersaing,” tuturnya.

“Tentunya para pelaku usaha juga harus menguasai ilmu dah technologi e-commerce.

Sebaliknya, pemerintah juga harus percaya kemampuan anak bangsa,” ujarnya.

Intan menawarkan empat solusi untuk memperkuat bisnis start-up lokal.

Pertama, funding (pendanaan). Akses permodalan bagi pebisnis starr-up lokal ini harus dibuka lebar dengan mekanisme yang tidak rumit seiring dengan cepatnya kinerja usaha rintisan.

Kedua, mekanisme pembayaran. Pemerintah perlu membuat national payment gateway. Hal ini sejalan dengan program cashless pemerintah.

Ketiga, infrastruktur internet. Penyebaran jaringan internet belum merata dengan kapasitas atau quota internet masih terbatas. Keempat, insentif bagi usaha rintisan lokal seperti pajak dll.

Intan berharap agar masyarakat tidak perlu resisten dengan muncul bisnis digital di Indonesia. Justru dengan banyak bisnis start-up ini akan tercipta lapangan kerja baru.

Karena itu, Indonesia harus membentengi bisnis e-commercenya dari gempuran pemain Asing.

“Saya kira, tidak akan ada yang namanya Alibaba jika pemerintah China membiarkan Amazon bebas berekspansi ke China. Saat ini bahkan omzet Alibaba hampir 3 kali lipatnya Amazon. Tentu hal ini tidak akan terjadi tanpa adanya keberpihakan pemerintah China terhadap Alibaba,” ujarnya.

Saat ini, e-commerce China berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Selain ada potensi, juga karena bisnis digital lokalnya mempunyai keunggulan dan paham kebutuhan masyarakat negara Tirai Bambu ini. “Kita bisa melihat betapa susahnya Google, Facebook, Yahoo dan Uber menembus pasar lokal Tiongkok,” terangnya.

Menurut Intan, pemerintah Indonesia harus punya keberanian memproteksi binis e-commercenya. Keberpihakan pemerintah China terhadap pebinis digital lokal telah melahirkan raksasa-raksasa digital paling hebat di dunia seperti Alibaba, Baidu, Tencent dan Didi Chuxing.

Tidak untuk meniru tapi sekedar memberi referensi bahwa pemerintah Indonesia harus melakukan sesuatu untuk perkembangan start-up lokal di negara ini,” demikian Intan.

Editor: Feru Lantara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here