Maksimalkan Potensi Kader, PAN Jatim Gelar Latihan Kader Amanat Madya

229
pan.or.id – Bagi PAN Jawa Timur, peningkatan kualitas dan kapabilitas kader adalah hal yang sangat penting bagi upaya mewujudkan partai yang solid, modern, dan berkinerja maksimal.

“Kerja-kerja politik modern menuntut tidak hanya pemahaman terhadap ideologi, platform,visi dan misi partai,  namun juga keterampilan-keterampilan praktis yang menunjang keberhasilan kerja-kerja politik partai,” tandas Dr. A Basuki Babusallam. Sekretaris DPW PAN Jawa Timur.

Untuk itu, pada Jumat (21/12) hingga Minggu (23/12) PAN Jatim menggelar Latihan Kader Amanat Madya (LKAM) di Bleesing Hills, Trawas – Mojokerto.

“Ada 56 peserta yang datang dari seluruh wilayah di Jawa Timur dan beberapa peserta dari luar Jawa. Sebagian besar memang para caleg yang akan berlaga di pileg 2019 mendatang, karena memang materi yang diberikan juga lebih banyak tentang bagaimana meningkatkan potensi caleg agar bisa memaksimalkan kerja-kerja pemenangan di 2019 mendatang,” urai Moeljadi, Ketua Pantia Pelaksana LKAM yang juga Ketua Bidang Pengkaderan DPW PAN Jawa Timur.

Acara dikemas dalam kegiatan paparan dan diskusi yang menghadirkan pembicara-pembicara dari kader PAN, praktisi dan akademisi, dengan materi-materi penguatan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini, seperti digital political marketing, dan propaganada strategi dan taktik serta implemantisanya dalam pemilu 2019.

“Latihan kader adalah pondasi bagi pembentukan kader yang berintegritas dengan kapabilitas yang sempurna. Jadi lewat mekanisme latihan kader semacam ini kita bisa berharap aktor-aktor politik bisa memiliki standar beretika yang tinggi,” tandas Kusheriyuwono, Master of Training dalam latihan kader madya di Jawa Timur ini.

Karena dalam latihan kader ini, lanjut Kusheriyuwono, diberikan pembekalan dan pelatihan-pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kualifikasi pribadi, kemampuan pribadi, kemampuan memimpin, dan kemampuan untuk menangani urusan publik.

“Dengan bekal-bekal yang diberikan di latihan ini, kader diharapkan memiliki banyak faktor ‘wow’ dan tidak lagi menjadi kader ‘receh’,” kata Moeljadi.//christantow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.