5 Program Pokok Partai Amanat Nasional
KONSOLIDASI STRUKTUR
- Pembentukan kepengurusan partai sampai tingkat ranting
Menjalankan Musyawarah Wilayah, Musyawarah Daerah, Musyawarah Cabang dan Musyawarah Ranting di Seluruh Indonesia
- Penyiapan Saksi Untuk Pemilu 2029.
Peranan saksi sangat penting untuk menjaga kepentingan partai dalam pemilu dan sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PAN untuk menciptakan pemilu yang bersih, jujur dan adil. Dengan memiliki data-data yang akurat dan SDM saksi yang kredibel akan menjamin target-target perolehan suara PAN di setiap TPS di seluruh Indonesia dan PAN bisa menjadi referensi yang terpercaya dalam penegakan hukum pelaksanaan pemilu. Oleh karena itu pengelolaan SDM saksi perlu ditangani secara khusus oleh kelembagaan dengan dibentuknya BADAN SAKSI PARTAI yang bersifat vertikal dikendalikan oleh partai, berdasarkan prinsip manajemen yang baik, dan bersifat independen terhadap semua kader partai calon-calon legislatif maupun eksekutif dalam pemilu.
- Kantor Partai
Kantor partai adalah faktor kunci untuk konsolidasi organisasi yang terencana dan sistematis. Tidak mungkin sistem organisasi partai bisa dibangun tanpa didukung oleh pusat administrasi dan kordinasi yang kokoh dan melembaga. Secara bertahap PAN harus mampu memiliki kantor partai disemua jenjang struktur sebagai pusat kegiatan partai dalam pengabdian partai ditengah masyarakat. Dalam rangka pengelolaan kantor partai secara nasional dibentuk BADAN PENGELOLAAN ASET PARTAI.
- Keuangan Partai.
PAN perlu beranjak menuju sistem pengelolaan keuangan yang modern dimana partisipasi dan transparansi menjadi ciri utamanya. Sistem fundraising yang tertutup tidak saja cenderung melanggar prinsip demokrasi modern, tetapi juga bisa berdampak pada kemandirian dan kebersamaan di dalam partai. Perlu dilakukan inovasi terkait dengan sistem fundraising yang lebih inklusif dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh kader partai.
- Konsolidasi Dengan Kader Di Eksekutif Dan Legislatif.
Tujuan utama partai politik adalah merebut kekuasaan untuk membuat kebijakan. Penting untuk membangun jalur komunikasi dan kordinasi yang intensif dengan seluruh kader yang menempati posisi di eksekutif dan legislatif. Tidak saja agar kebijakan partai bisa dijalankan secara taktis oleh para kader, tetapi juga agar partai dapat memiliki perspektif yang kaya tentang peta politik nasional dan lokal. Dalam hubungannya dengan kader-kader partai yang ada di eksekutif diciptakan mekanisme komunikasi dalam bentuk rakor yang dilakukan secara reguler oleh struktur struktur partai di tingkat nasional, provinsi, dan kota/kabupaten. Dalam hubungannya dengan legislatif, struktur partai di semua tingkatan melakukan fungsi-fungsi pengendalian dan koordinasi terhadap kader-kader partai yang berada di legislatif pada strata yang sama.
KADERISASI
- Loyalitas dan Militansi
Peta politik kepartaian Indonesia menunjukan bahwa ada kaitan yang erat antara ketokohan politik, militansi kader dan perolehan elektoral partai. Sistem pengkaderan yang baik akan melahirkan kader-kader partai dengan ketokohan politik yang kuat yang selanjutnya akan membangun militansi kader-kader partai, untuk itu PAN perlu melakukan evaluasi atas sistem kaderisasi yang selama ini berjalan di tubuh PAN.
- Internalisasi
Penguatan ideologi partai perlu dilakukan secara terus-menerus melalui jenjang kaderisasi agar seluruh kader tidak saja memiliki tiangkat pemahaman yang sama mengenai ideologi partai, tetapi juga konsisten terhadap ideologi tersebut.
- Peningkatan Kapasitas.
Pembekalan bagi kader partai agar memiliki nilai tambah dalam hal kompetensi teknis. Misalnya kemampuan komunikasi publik, diplomasi, negosiasi sampai dengan literalisasi digital.
- Standarisasi Atribut Kader.
Militansi tidak saja dibangun melalui internalisais ideologi, namun juga oleh hal teknis seperti penguatan simbol-simbol partabagi kader partai, simbol dan atribut partai bukan saja identitas, tetapi juga marwah, kehormatan dan kebanggaan partai. Diperlukan pengaturan teknis yang mengatur penggunaan dan pemakaian seluruh atribut partai seperti Jas, baju, jaket. Partai juga bisa mengembangkan unit usaha produktif untuk produksi dan distribusi atribut ke seluruh Indonesia.
- Rekrutmen Kader Intelektual.
Sejarah PAN adalah sejarah tentang kiprah para intelektual kampus idealis yang berjibaku mendirikan partai untuk meluruskan arah negara Indonesia. Segmen ini harus dijaga, dirawat, bahkan diperkuat dengan tanpa mengurangi strategi dan konsentrasi PAN untuk perluasan pangsa pasar yang beragam. PAN perlu melakukan jemput bola untuk melakukan rekrutmen kader-kader baru dari kampus-kampus dan lembaga pendidikan tinggi dengan metode yang relevan saat ini
- Pembinaan Simpatik.
PAN harus memiliki kader-kader Simpatik yang secara teknis siap pakai untuk berbagai kepentingan baik untuk kelancaran pelaksanaan acara-acara partai maupun dalam rangka melakukan tugas-tugas sosial. Sangat ideal apabil bagian dari pembinaan simpatik ini PAN juga memiliki semacam tim SAR yang bisa digerakkan untuk membantu mengatasi persoalan bencana alam, semacam tim Banpol untuk membantu kelancaran untuk mengurai kemacetan.
RISET
- Kajian Strategis, Penelitian dan Pengembangan
Kemenangan politik tidak akan pernah diraih tanpa didasari oleh strategi dan kajian yang tepat. Dengan latarbelakang sejarah partai serta karakteristik segmentasi kader dan pemilih PAN, maka harus diperkuat barisan para pemikir dan ahli strategi politik di PAN
- Membentuk Think Tank.
Untuk membangun strategi elektoral yang efektif partai perlu membentuk tim khusus yang tugasnya mencermati perubahan-perubahan politi yang dinamis untuk kemudian merekomendasikan langkah politik yang strategis dan taktis.
- Konsultan Resmi.
Partai perlu menggandeng konsultan politik yang terpercaya sebagai landasan kebijakan politik partai dalam kontestasi politik nasional maupun lokal.
- Badan Survey Internal.
Guna menangkap opini publik secara reguler partai membutuhkan tim survey internal yang berasal dari kader-kader yang memenuhi kapasitas teknis untuk menjalankan fungsi survey secara ilmiah.
- Diskusi Publik.
Partai perlu mewarnai opini publik secara reguler dengan melakukan diskusi publik mengenai isu-isu aktual ditengah masyarakat. Ini merupakan pangggung bagi juru bicara partai baik di eksekutif maupun di legislatif
- Jaringan Dengan Lembaga Internasional
Partai dapat melakukan kerjasama dengan lembaga internasional untuk peningkatan kapasitas kader dan penguatan kelembagaan partai. Kerjasama dapat dilakukan sejauh tidak bertentangan dengan platform partai serta aturan perundang-undangan.
KOMUNIKASI PUBLIK
- Identitas Partai
Identitas partai diferensiasi, pembeda antara satu partai dengan yang lain. Partai dengan identitas yang kuat akan lebih lekat kepada pemilih. Identitas bisa diperkuat dengan berbagai strategi komunikasi yang efektif
- Narasi Besar Partai.
Diperlukan tema/isu utama yang akan diartikulasikan oleh partai untuk masa lima tahun kedepan yang sesuai dengan platform partai dan berdampak pada insentif eleketoral yang akan diperoleh. Tema ini harus selaras diartikulasikan pada semua jenjang kepengurusan partai.
- Isu Lokal.
Pada tingkat lokal (kota/kabupaten) PAN harus menentukan isu-isu yang secara konsisten diartikulasikan baik oleh kader di eksekutif maupun di legislatif.
- Media Mainstream Dan Sosial Media.
Seluruh Kebijakan, aktivitas partai harus dikemas dengan cara yang menarik dengan menggunakan berbagai kanal media, baik cetak, elektronik maupun sosial media. Perlu dirumuskan pendekatan baru dengan memaksimalkan kecenderungan platform digital saat ini.
- Penguatan Basis Sosial Dan Kultural.
PAN harus secara konsisten menjaga komunikasi dengan basis konsituen atau organisasi dan memiliki kedekatan ideologis dan historis dengan PAN pada semua jenjang tingkat kepengurusan partai.
- Branding
Untuk menancapkan citra partai kepada seluruh potensi pemilih diperlukan penempatan seluruh atribut partai di ruang-ruang publik secara kontinu. Perlu metode yang lebih relevan untuk bisa beradaptasi dengan segmen milenial yang jumlahnya sangat besar. Tidak lagi hanya terbatas pada metode konvensional seperti iklan “Hardsale” di media cetak dan elektornik.
- Event Partai
Pemilih harus selalu diingatkan akan eksistensi dan keberadaan partai. Metodenya tidak harus bersifat politik formal. Pada setiap jenjang kepengurusan partai diwajibkan melakukan inovasi untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan inovatif. Kegiatan ini bisa diadakan tidak saja pada momentum ulangtahun partai, tetapi pada event hari-hari besar nasional.
ADVOKASI
- Program Advokasi Nasional.
DPP harus memiki program advokasi terhadap kelompok kepentingan strategis di tingkat nasional untuk mengartikulasikan cita-cita membangun kehidupan demokrasi yang diabdikan untuk kemajuan bangsa dan negara.
- Program Advokasi Provinsi.
DPW harus memiliki program advokasi terhadap kelompok kepentingan strategis di tingkat regional provinsi untuk mengartikulasikan cita-cita membangun kehidupan demokrasi yang diabdikan untuk kemajuan masyarakat di tingkat regional.
- Program Advokasi Kota/Kabupaten.
DPD harus memiliki program advokasi terhadap kelompok kepentingan strategis di tingkat regional kota/kabupaten untuk mengartikulasikan cita-cita membangun kehidupan demokrasi yang diabdikan untuk kemajuan masyarakat di tingkat kota/kabupaten.
- Program Advokasi Desa/Kelurahan.
DPC dan DPRT harus memiliki program advokasi terhadap kelompok kepentingan strategis di tingkat regional kecamatan dan atau desa/kelurahan untuk mengartikulasikan cita-cita membangun kehidupan demokrasi yang diabdikan untuk kemajuan masyarakat di tingkat grassroot tersebut.
-
KONSOLIDASI STRUKTUR
- Pembentukan kepengurusan partai sampai tingkat ranting
Menjalankan Musyawarah Wilayah, Musyawarah Daerah, Musyawarah Cabang dan Musyawarah Ranting di Seluruh Indonesia
- Penyiapan Saksi Untuk Pemilu 2029.
Peranan saksi sangat penting untuk menjaga kepentingan partai dalam pemilu dan sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PAN untuk menciptakan pemilu yang bersih, jujur dan adil. Dengan memiliki data-data yang akurat dan SDM saksi yang kredibel akan menjamin target-target perolehan suara PAN di setiap TPS di seluruh Indonesia dan PAN bisa menjadi referensi yang terpercaya dalam penegakan hukum pelaksanaan pemilu. Oleh karena itu pengelolaan SDM saksi perlu ditangani secara khusus oleh kelembagaan dengan dibentuknya BADAN SAKSI PARTAI yang bersifat vertikal dikendalikan oleh partai, berdasarkan prinsip manajemen yang baik, dan bersifat independen terhadap semua kader partai calon-calon legislatif maupun eksekutif dalam pemilu.
- Kantor Partai
Kantor partai adalah faktor kunci untuk konsolidasi organisasi yang terencana dan sistematis. Tidak mungkin sistem organisasi partai bisa dibangun tanpa didukung oleh pusat administrasi dan kordinasi yang kokoh dan melembaga. Secara bertahap PAN harus mampu memiliki kantor partai disemua jenjang struktur sebagai pusat kegiatan partai dalam pengabdian partai ditengah masyarakat. Dalam rangka pengelolaan kantor partai secara nasional dibentuk BADAN PENGELOLAAN ASET PARTAI.
- Keuangan Partai.
PAN perlu beranjak menuju sistem pengelolaan keuangan yang modern dimana partisipasi dan transparansi menjadi ciri utamanya. Sistem fundraising yang tertutup tidak saja cenderung melanggar prinsip demokrasi modern, tetapi juga bisa berdampak pada kemandirian dan kebersamaan di dalam partai. Perlu dilakukan inovasi terkait dengan sistem fundraising yang lebih inklusif dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh kader partai.
- Konsolidasi Dengan Kader Di Eksekutif Dan Legislatif.
Tujuan utama partai politik adalah merebut kekuasaan untuk membuat kebijakan. Penting untuk membangun jalur komunikasi dan kordinasi yang intensif dengan seluruh kader yang menempati posisi di eksekutif dan legislatif. Tidak saja agar kebijakan partai bisa dijalankan secara taktis oleh para kader, tetapi juga agar partai dapat memiliki perspektif yang kaya tentang peta politik nasional dan lokal. Dalam hubungannya dengan kader-kader partai yang ada di eksekutif diciptakan mekanisme komunikasi dalam bentuk rakor yang dilakukan secara reguler oleh struktur struktur partai di tingkat nasional, provinsi, dan kota/kabupaten. Dalam hubungannya dengan legislatif, struktur partai di semua tingkatan melakukan fungsi-fungsi pengendalian dan koordinasi terhadap kader-kader partai yang berada di legislatif pada strata yang sama.
-
KADERISASI
- Loyalitas dan Militansi
Peta politik kepartaian Indonesia menunjukan bahwa ada kaitan yang erat antara ketokohan politik, militansi kader dan perolehan elektoral partai. Sistem pengkaderan yang baik akan melahirkan kader-kader partai dengan ketokohan politik yang kuat yang selanjutnya akan membangun militansi kader-kader partai, untuk itu PAN perlu melakukan evaluasi atas sistem kaderisasi yang selama ini berjalan di tubuh PAN.
- Internalisasi
Penguatan ideologi partai perlu dilakukan secara terus-menerus melalui jenjang kaderisasi agar seluruh kader tidak saja memiliki tiangkat pemahaman yang sama mengenai ideologi partai, tetapi juga konsisten terhadap ideologi tersebut.
- Peningkatan Kapasitas.
Pembekalan bagi kader partai agar memiliki nilai tambah dalam hal kompetensi teknis. Misalnya kemampuan komunikasi publik, diplomasi, negosiasi sampai dengan literalisasi digital.
- Standarisasi Atribut Kader.
Militansi tidak saja dibangun melalui internalisais ideologi, namun juga oleh hal teknis seperti penguatan simbol-simbol partabagi kader partai, simbol dan atribut partai bukan saja identitas, tetapi juga marwah, kehormatan dan kebanggaan partai. Diperlukan pengaturan teknis yang mengatur penggunaan dan pemakaian seluruh atribut partai seperti Jas, baju, jaket. Partai juga bisa mengembangkan unit usaha produktif untuk produksi dan distribusi atribut ke seluruh Indonesia.
- Rekrutmen Kader Intelektual.
Sejarah PAN adalah sejarah tentang kiprah para intelektual kampus idealis yang berjibaku mendirikan partai untuk meluruskan arah negara Indonesia. Segmen ini harus dijaga, dirawat, bahkan diperkuat dengan tanpa mengurangi strategi dan konsentrasi PAN untuk perluasan pangsa pasar yang beragam. PAN perlu melakukan jemput bola untuk melakukan rekrutmen kader-kader baru dari kampus-kampus dan lembaga pendidikan tinggi dengan metode yang relevan saat ini
- Pembinaan Simpatik.
PAN harus memiliki kader-kader Simpatik yang secara teknis siap pakai untuk berbagai kepentingan baik untuk kelancaran pelaksanaan acara-acara partai maupun dalam rangka melakukan tugas-tugas sosial. Sangat ideal apabil bagian dari pembinaan simpatik ini PAN juga memiliki semacam tim SAR yang bisa digerakkan untuk membantu mengatasi persoalan bencana alam, semacam tim Banpol untuk membantu kelancaran untuk mengurai kemacetan.
-
RISET
- Kajian Strategis, Penelitian dan Pengembangan
Kemenangan politik tidak akan pernah diraih tanpa didasari oleh strategi dan kajian yang tepat. Dengan latarbelakang sejarah partai serta karakteristik segmentasi kader dan pemilih PAN, maka harus diperkuat barisan para pemikir dan ahli strategi politik di PAN
- Membentuk Think Tank.
Untuk membangun strategi elektoral yang efektif partai perlu membentuk tim khusus yang tugasnya mencermati perubahan-perubahan politi yang dinamis untuk kemudian merekomendasikan langkah politik yang strategis dan taktis.
- Konsultan Resmi.
Partai perlu menggandeng konsultan politik yang terpercaya sebagai landasan kebijakan politik partai dalam kontestasi politik nasional maupun lokal.
- Badan Survey Internal.
Guna menangkap opini publik secara reguler partai membutuhkan tim survey internal yang berasal dari kader-kader yang memenuhi kapasitas teknis untuk menjalankan fungsi survey secara ilmiah.
- Diskusi Publik.
Partai perlu mewarnai opini publik secara reguler dengan melakukan diskusi publik mengenai isu-isu aktual ditengah masyarakat. Ini merupakan pangggung bagi juru bicara partai baik di eksekutif maupun di legislatif
- Jaringan Dengan Lembaga Internasional
Partai dapat melakukan kerjasama dengan lembaga internasional untuk peningkatan kapasitas kader dan penguatan kelembagaan partai. Kerjasama dapat dilakukan sejauh tidak bertentangan dengan platform partai serta aturan perundang-undangan.
-
KOMUNIKASI PUBLIK
- Identitas Partai
Identitas partai diferensiasi, pembeda antara satu partai dengan yang lain. Partai dengan identitas yang kuat akan lebih lekat kepada pemilih. Identitas bisa diperkuat dengan berbagai strategi komunikasi yang efektif
- Narasi Besar Partai.
Diperlukan tema/isu utama yang akan diartikulasikan oleh partai untuk masa lima tahun kedepan yang sesuai dengan platform partai dan berdampak pada insentif eleketoral yang akan diperoleh. Tema ini harus selaras diartikulasikan pada semua jenjang kepengurusan partai.
- Isu Lokal.
Pada tingkat lokal (kota/kabupaten) PAN harus menentukan isu-isu yang secara konsisten diartikulasikan baik oleh kader di eksekutif maupun di legislatif.
- Media Mainstream Dan Sosial Media.
Seluruh Kebijakan, aktivitas partai harus dikemas dengan cara yang menarik dengan menggunakan berbagai kanal media, baik cetak, elektronik maupun sosial media. Perlu dirumuskan pendekatan baru dengan memaksimalkan kecenderungan platform digital saat ini.
- Penguatan Basis Sosial Dan Kultural.
PAN harus secara konsisten menjaga komunikasi dengan basis konsituen atau organisasi dan memiliki kedekatan ideologis dan historis dengan PAN pada semua jenjang tingkat kepengurusan partai.
- Branding
Untuk menancapkan citra partai kepada seluruh potensi pemilih diperlukan penempatan seluruh atribut partai di ruang-ruang publik secara kontinu. Perlu metode yang lebih relevan untuk bisa beradaptasi dengan segmen milenial yang jumlahnya sangat besar. Tidak lagi hanya terbatas pada metode konvensional seperti iklan “Hardsale” di media cetak dan elektornik.
- Event Partai
Pemilih harus selalu diingatkan akan eksistensi dan keberadaan partai. Metodenya tidak harus bersifat politik formal. Pada setiap jenjang kepengurusan partai diwajibkan melakukan inovasi untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan inovatif. Kegiatan ini bisa diadakan tidak saja pada momentum ulangtahun partai, tetapi pada event hari-hari besar nasional.
-
ADVOKASI
- Program Advokasi Nasional.
DPP harus memiki program advokasi terhadap kelompok kepentingan strategis di tingkat nasional untuk mengartikulasikan cita-cita membangun kehidupan demokrasi yang diabdikan untuk kemajuan bangsa dan negara.
- Program Advokasi Provinsi.
DPW harus memiliki program advokasi terhadap kelompok kepentingan strategis di tingkat regional provinsi untuk mengartikulasikan cita-cita membangun kehidupan demokrasi yang diabdikan untuk kemajuan masyarakat di tingkat regional.
- Program Advokasi Kota/Kabupaten.
DPD harus memiliki program advokasi terhadap kelompok kepentingan strategis di tingkat regional kota/kabupaten untuk mengartikulasikan cita-cita membangun kehidupan demokrasi yang diabdikan untuk kemajuan masyarakat di tingkat kota/kabupaten.
- Program Advokasi Desa/Kelurahan.
DPC dan DPRT harus memiliki program advokasi terhadap kelompok kepentingan strategis di tingkat regional kecamatan dan atau desa/kelurahan untuk mengartikulasikan cita-cita membangun kehidupan demokrasi yang diabdikan untuk kemajuan masyarakat di tingkat grassroot tersebut.

